Pembahasan :
1.Kanker Payudara
2.Usus buntu
3.Jantung
4.Asma
5.Ginjal
6.Lupus
7.Hipertensi
8.Kanker Mulut
9.Kanker Serviks
10.Katarak
Cekidot untuk penjelasan dan berbagi ilmunya ..
1.Gejala Kanker Payudara dan Penyebabnya
Pada wanita khususnya, payudara adalah salah satu organ paling pribadi.
Penting artinya memeriksa kondisi payudara secara berkala. Benjolan,
penebalan, dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan patut diwaspadai
sebagai indikasi kanker. Rasa gatal, kulit mengelupas, atau ruam di
payudara selama berminggu-minggu juga perlu diwaspadai. Perubahan lain
pada kulit payudara, seperti bengkak, kulit tertarik ke dalam, atau
mengerut, juga harus dicurigai sebagai gejala.

Bagi
pria, kewaspadaan juga harus diterapkan karena kanker payudara bisa
menyerang meski hal ini jarang terjadi. Setiap benjolan di payudara
sebaiknya perlu diwaspadai, terutama jika keluar cairan dari bagian
puting.
Kanker payudara
adalah jenis lain dari kanker yang terjadi pada jaringan sel payudara.
Ketika sel abnormal membagi dan tidak terkontrol, mereka dapat menjadi
besar dengan membentuk jaringan ekstra, atau tumor, yang dapat menjadi
jinak atau ganas. Sel tumor jinak tidak menyebar ke jaringan tubuh yang
lain, biasanya dapat diangkat dan tidak akan timbul kembali.
Sel tumor ganas (kanker) dapat menyebar ke jaringan tubuh yang terdekat
dan melepaskan diri dari bentuk tumor primer menjadi bentuk tumor
sekunder dimanapun di bagian tubuh.
Macam-Macam Kanker Payudara
Ada beberapa tipe umum kanker payudara :
• Infiltrating/Invasive Ductal Carcinoma (IDC) terjadi pada 65 sampai
85 persen kasus kanker payudara. Dimulai di sel saluran susu dan dapat
menembus dinding saluran untuk menyerang jaringan yang berlemak. Dapat
menyebar dengan darah atau getah bening. Dengan mammogram (pemotretan
sinar X) biasanya terlihat sebagai jaringan yang tidak biasa, flek kecil
atau keduanya. Muncul sebagai gumpalan yang biasanya terasa keras
daripada jaringan disekitarnya.
• Infiltrating/Invasive Lobular Carcinoma (ILC) terjadi pada 5 sampai
10 persen kasus kanker payudara. Terdapat pada kelenjar penghasil susu,
dan dapat menyebar ke jaringan lemak dan dimanapun pada tubuh. Dengan
mammogram, dapat terlihat seperti IDC, tapi pemeriksaan fisik biasanya
tidak menemukan adanya gumpalan yang keras – jaringan yang agak samara
ketebalannya. Dapat terjadi lebih dari satu tempat di dada atau pada
kedua dada secara simultan.
• Tiga subtipe slow-growing invasive adalah Medullary, Mucinous dan
Tubular Carcinomas. Yang secara bersamaan terjadi pada 12 persen kasus
kanker payudara. Mereka dapat diketahui dengan secara lebih baik dari
pada kanker ganas lainnya.
• Inflammatory Carcinoma adalah subtipe IDC. Memiliki karakteristik
payudara menjadi merah, bengkak dan terasa panas, dan kulit menebal dan
dapat membentuk benjolan kecil. Ini terjadi karena pertumbuhan kanker
yang cepat dan menyumbat jaringan getah bening. Pada 90 persen kasus,
kanker telah menyebar pada jaringan getah bening saat terdiagnosa. Ini
merupakan kanker yang agresif dan umumnya dilakukan perawatan dengan
chemotherapy. Pembengkakan kanker terjadi pada satu dari empat persen
kasus yang terjadi.
• Paget's disease dimulai pada saluran susu dan dapat menyebar pada
puting susu dan areola, menyebabkan pengerasan. Jika tidak ada gumpalan
yang terasa, dan biopsi menunjukkan tidak ada kanker ganas, itu
pertanda baik. Perawarannya sama dengan kanker ganas lain.
• Tumor jaringan lunak: Tumor dapat terjadi di jaringan pendukung pada payudara. Tumor ini adalah jenis yang tidak umum.
Gejala Kanker Payudara
Tanda dan gejala kanker payudara antara lain :
- Benjolan pada payudara atau terasa menebal dan berbeda dari jaringan di sekitarnya
- Keluar darah pada puting susu
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara
- Perubahan pada kulit payudara, contohnya lesung
- Bentuk puting susu yang terbalik
- Pengelupasan kulit puting susu
- Kemerahan pada kulit payudara, seperti kulit jeruk
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Kanker Payudara
Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker payudara. Dokter mengetahui
bahwa kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara mulai
berkembang secara tidak normal. Sel-sel tersebut membagi lebih cepat
daripada sel pada umumnya. Akumulasi sel ini membentuk tumor yang dapat
menyebar pada payudara, jaringan getah bening atau bagian tubuh lain.
Kanker payudara paling sering dimulai pada saluran produksi susu. Dokter
menyebut jenis kanker ini cancer invasive ductal carcinoma. Kanker
payudara juga dapat dimulai dari lobulus (invasive lobular carcinoma)
atau sel pada payudara.
Ilmuan mengidentifikasi hal yang dapat meningkatkan risiko anda memiliki
kanker payudara. Tapi tidak jelas apa kenapa beberapa orang tidak
memiliki faktor risiko mengalami kanker, sementara orang lain yang
memiliki faktor risiko tidak pernah mengalaminya. Sepertinya kanker
payudara disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan
anda.
Kanker payudara karena keturunan
Dokter memperkirakan bahwa 5 sampai 10 persen kanker payudara
berhubungan pada mutasi genetik pada generasi di dalam keluarga.
Sejumlah gen rusak yang diwariskan dapat meningkatkan kemungkinan kanker
payudara telah diidentifikasi. Yang umum adalah gen kanker payudara 1
(BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2), keduanya meningkatkan risiko
kanker payudara dan kanker ovarium.
Jika anda memiliki catatan keluarga yang kuat dengan kanker payudara
atau kanker lain, tes darah dapat membantu mengidentifikasi BRCA yang
rusak atau gen lain yang terdapat di dalam keluarga.
Faktor risiko Terkena Kanker Payudara
Faktor risiko adalah segala sesuatu yang membuat anda lebih memiliki
kemungkinan mengalami kanker payudara. Tetapi memiliki satu atau bahkan
beberapa faktor risiko tidak berarti anda akan mengalami kanker –
beberapa wanita dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko
apapun yang diketahui daripada wanita lain.
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara antara lain:
- Wanita. Wanita lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara daripada laki-laki.
- Bertambahnya usia. Risiko anda mengalami kanker payudara meningkat
seiring usia. Wanita yang berusia lebih dari 60 tahun memiliki risiko
lebih besar daripada wanita dengan usia yang lebih muda.
- Catatan pribadi dengan kanker payudara. Jika anda memiliki kanker
pada satu payudara, anda memiliki peningkatan risiko mengalami kanker
pada payudara yang lain.
- Sejarah keluarga dengan kanker payudara. Jika anda memiliki ibu,
saudara perempuan atau anak perempuan dengan kanker payudara, anda
memiliki peluang yang lebih besar terdiagnosa dengan kanker payudara.
Tetapi secara umum mereka yang memiliki kanker payudara tidak memiliki
sejarah keluarga dengan kanker payudara.
- Gen keturunan yang meningkatkan risiko kanker. Mutasi gen tertentu
yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat menurun dari orang tua
kepada anak. Mutasi gen yang dimaksud adalah BRCA1 dan BRCA2. Gen
tersebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan kanker
lain, tetapi mereka tidak membuat kanker pasti terjadi.
- Terkena radiasi. Jika anda menerima perawatan dengan radiasi pada
dada saat anak-anak atau orang dewasa yang muda, anda lebih memiliki
kemungkinan mengalami kanker payudara di kemudian hari.
- Obesitas. Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko anda mengalami kanker payudara.
- Datang bulan yang dimulai pada usia lebih muda. Masa datang bulan
yang dimulai sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.
- Menopause yang dimulai pada usia yang lebih tua. Jika masa menopause
anda dimulai setelah usia 55 tahun, anda akan memiliki kemungkinan
lebih mengalami kanker payudara.
- Memiliki anak pertama pada usia yang lebih tua. Wanita yang baru
memiliki anak setelah usia 35 dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
- Terapi hormon postmenopausal. Mereka yang menggunakan pengobatan
terapi hormon yang mengkombinasikan esterogen dan progesterone untuk
mengobati tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker
payudara.
- Minum alkohol. Minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Pencegahan Kanker Payudara
Pada saat ini kanker payudara tidak dapat dicegah, tapi dapat didiagnosa
lebih awal dari sebelumnya. Diagnosa awal mungkin dengan mammography
secara rutin dan pemeriksaan awal pada luka yang dicurigai. Semakin awal
kanker diketahui, semakin besar peluang untuk disembuhkan.
- Berikut ini adalah cara yang mungkin dapat menolong mencegah kanker payudara:
- Diet rendah lemak (kurang dari 20 persen), dengan cukup buah dan sayuran, dan menjaga berat badan ideal.
- Ketika kanker ditemukan dan ditangani secara dini, akan ada lebih
banyak pilihan pengobatan yang dapat diambil dan memiliki peluang lebih
baik untuk sembuh.
- Diantara check-ups klinis, lakukan breast self-exam (BSE) bulanan.
Setiap payudara wanita berbeda, dan berubah seiring usia, siklus
menstruasi, kehamilan, menopause, atau penggunaan pil KB atau hormon
lain. Mungkin akan normal jika pada payudara anda terasa gumpalan,
bengkak atau perih pada waktu tertentu, seperti sebelum terjadinya
kehamilan.
- Menyusui mungkin akan sedikit menurunkan risiko, khususnya jika
berlanjut untuk 18 sampai 24 bulan. Olahraga berat pada saat usia muda
dapat memberikan perlindungan yang lama. Bahkan aktifitas fisik ringan
pada saat dewasa dapat menurunkan risiko.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, resiko kanker payudara tidak
hanya terjadi pada wanita namun juga pada pria. Jadi baca juga artikel
tentang
Gejala Kanker Payudara Pada Pria.
2.
Gejala Usus Buntu, Definisi, Penyebab dan Pengobatan
Di artikel ini, kita akan membahas mengenai
penyakit usus buntu
atau appendicitis. Dimulai dari fungsi organ usus buntu, definisi
penyakit, penyebab, faktor resiko, gejala dan cara pengobatannya.
Usus buntu atau appendix dan anak limpa yang dahulu dianggap tidak
bermanfaat bahkan merugikan karena berpotensi menyebabkan radang usus
buntu, sesungguhnya memiliki keutamaan fungsi tersendiri. Melalui hasil
studi yang dilakukan di
Mount Sinai School of Medicine, justru
organ ’sampah’ inilah yang bekerja sangat keras. Usus buntu adalah organ
penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan.
Fungsi Usus Buntu
“Sejarah terdahulu menyebutkan ada beberapa bagian tubuh manusia yang
dikatakan tidak bermanfaat hanya karena ilmu medis belum memahami fungsi
organ-organ tersebut dengan baik.”
Pada tahun 1985, ahli anatomi Jerman, R. Wiedersheim membuat sebuah
jurnal mengenai daftar organ vestigial (tidak beguna). Daftar itu
mencakup sekitar 100 organ, termasuk usus buntu dan tulang ekor. Seiring
dengan kemajuan ilmu pengetahuan, ditemukan bahwa semua organ di dalam
daftar Wiedersheim sesungguhnya memiliki fungsi-fungsi amat penting.
Misalnya, ditemukan bahwa usus buntu atau umbai cacing, yang dikira
organ vestigial, ternyata organ limfoid (penghasil zat anti-kuman) yang
melawan infeksi-infeksi di dalam tubuh.
Definisi Penyakit Usus Buntu
Appendicitis adalah kondisi dimana appendix anda membengkak dan terisi
oleh nanah. Appendix adalah kantong berbentuk jari yang menonjol keluar
dari usus besar pada bagian bawah sebelah kanan perut anda. Appendix ini
belum diketahui fungsi pentingnya, tetapi bukan berarti tidak dapat
menyebabkan masalah.
Appendicitis menyeabbkan nyeri yang dimulai dari sekitar pusar dan
kemudian menjalar ke bawah perut bagian kanan. Appendicitis biasanya
meningkat pada 12 sampai 18 jam dan dengan cepat menjadi sangat parah.
Appendicitis dapat berefek pada siapapun, tetapi paling sering terjadi
pada mereka yang berusia 10 sampai 30 tahun. Pengobatan appendicitis
standar adalah operasi untuk mengeluarkan appendix.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab appendicitis dapat terjadi karena:
- Penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang mengeras dapat terjebak di dalam lubang pada rongga perut yang mengisi appendix anda
- Infeksi. Appendicitis dapat juga dikarenakan infeksi, seperti
infeksi virus gastrointestinal, atau mungkin karena jenis pembengkakan
lainnya.
Pada kedua kasus, bakteri dapat menyerang dengan cepat, menyebabkan
appendix meradang dan terisi oleh nanah. Jika tidak diobati secara
benar, appendix dapat pecah.
Gejala Penyakit Usus Buntu
Tanda dan gejala usus buntu (appendicitis) antara lain:
- Nyeri gatal yang dimulai dari sekitar perut dan sering manjalar ke perut bagian kanan bawah
- Nyeri yang menjadi tajam dalam beberapa jam
- Rasa kebal ketika anda menekan perut bagian kanan bawah
- Nyeri yang tajam pada perut bagian kanan bawah yang terjadi ketika
area di tekan dan kemudian tekanan tersebut dilepas dengan capat
- Nyeri yang memburuk ketika anda batuk, berjalan atau membuat gerakan bergetar
- Mual
- Muntah
- Hilang nafsu makan
- Demam ringan
- Konstipasi
- Sulit buang angin
- Diare
- Bengkak pada daerah perut
Lokasi rasa sakit bervariasi, berdasarkan pada usia dan posisi appendix
anda. Anak-anak dan wanita hamil, khususnya dapat memiliki nyeri
appendicitis pada tempat yang berbeda.
Oke, itu dia penjelasan mengenai gejala penyakit usus buntu atau
appendicitis. Di artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai cara
mengobati penyakit usus buntu. Jadi jangan sampai ketinggalan.
3.
Gejala Penyakit Jantung dan Serangan Jantung
Penyakit jantung
masih merupakan pembunuh No 1 di Indonesia bahkan di dunia. Mengapa hal
itu bisa terjadi? Penyebabnya adalah banyak para penderita sakit
jantung yang mengabaikan gejela-gejala penyakit jantung. Hal ini bisa
dimaklumi mengingat tidak banyak orang yang tahu seperti apa ciri-ciri
dan gejala serangan jantung. Namun tentu saja hal seperti tidak boleh
dibiarkan.
Nah, berikut ini ada beberapa informasi terkait gejala penyakit jantung
dan tanda-tanda seseorang terkena serangan jantung. Simak baik-baik!
A. Gejala Penyakit Jantung
Berikut ini
gejala-gejal penyakit jantung yang sering diabaikan, seperti dilansir oleh
detikhelath:
1. Sering Kelelahan
Jika Anda kerap merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat,
segera konsultasikan ke dokter pribadi. Ini bisa menjadi indikasi adanya
masalah pada jantung. Rasa lelah ini juga sering dirasakan saat bangun
tidur.
2. Sering Berkeringat
Umumnya seseorang berkeringat usai berolahraga atau saat cuaca panas.
Namun jika Anda mudah berkeringat, meski tidak melakukan apapun,
kemungkinan jantung Anda bermasalah.
3. Mual Berlebihan
Gejala gangguan jantung diawali dengan pembengkakan di bagian perut. Hal
ini menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan dan merasakan mual
berlebih.
4. Merasa Cemas dan Tegang
Banyak yang meyakini, serangan jantung berbuntut pada trauma. Alhasil,
mereka yang pernah mengalami serangan jantung lebih sering mengalami
ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kematian. Hal ini dikaitkan
dengan kecemasan psikologi dan stres yang menyebabkan serangan lebih
sering.
5. Nyeri pada bagian tubuh
Rasa nyeri menjadi pertanda kuat penyakit jantung. Pada pria, rasa nyeri
dirasakan di bagian lengan kiri, sementara wanita mengalami rasa sakit
di kedua lengan. Rasa sakit datang dan pergi ini juga dirasakan di
bagian bahu, punggung siku, dan leher. Nyeri di beberapa titik bagian
tubuh ini disebabkan karena terjadi penyumbatan arteri.
6. Nyeri di dada
Ini merupakan gejala umum masalah jantung. Wanita akan lebih mungkin
merasakan nyeri di bagian dada karena penyumbatan arteri yang
menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh tidak lancar. Kondisi ini juga
dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan tubuh.
7. Sakit kepala
Mereka yang memiliki masalah pada jantung, akan merasakan sakit kepala
saat terkena paparan cahaya. Ini berpengaruh pada denyut jantung, entah
itu berdenyut lebih lambat atau lebih cepat.
Terutama pada wanita yang sering mengalami migren atau gangguan visual,
setidaknya dua kali dalam sebulan, perlu waspada. Bisa jadi ini
merupakan gejala perkembangan penyakit jantung. Demikian menurut studi
yang diterbitkan American Academy of Neurology. Menurut peneliti, ini
terjadi karena penyimpangan sirkulasi darah yang menyebabkan sakit
kepala parah.
8. Denyut jantung tak teratur
Jika Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ini patut diwaspadai
karena dapat berakibat fatal. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi
karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan
terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.
9. Sesak napas
Sesak napas disebabkan karena penebalan pembuluh darah yang menghambat
pasokan darah ke seluruh tubuh. Ini juga berakibat pada denyut jantung
yang tidak teratur, kelainan organ hati atau infeksi, penebalan otot
jantung, serta kelainan pada katup jantung.
10. Pembengkakan Kaki dan Perut
Pembengkakan terjadi ketika cairan menumpuk di dalam tubuh. Umumnya
terjadi pada bagian pergelangan kaki dan perut. Gejala ini merupakan
tanda bahwa jantung sedang mengalami kecacatan serta adanya kelainan
pada katup jantung.
Setelah di bab pertama kita mengenali seperti apa gejala penyakit
jantung, yang berarti ada kerusakan fungsi jantung, kali ini kami akan
memberikan informasi mengenai gejala serangan jantung yang harus
diwaspadai.
Pada pria, gejala jantung pun dapat dilihat dari gangguan fungsi seksual
serius dan kebotakan rambut. Kolesterol dan lemak berlebih dalam tubuh
dikaitkan sebagai faktor pemicu gangguan jantung. Untuk itu, anda perlu
mengetahui dan mewaspadai gejala serangan jantung yang muncul tiba-tiba:
1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).
3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin.
4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung.
Nah, jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera bawa
penderita ke Rumah Sakit. Kalau didiamkan akan berakibat fatal.
4.
Gejala Penyakit Asma dan Obatnya
Penyakit asma
merupakan salah satu penyakit yang populer di Indonesia. Dan disini
kita membahasnya dari mulai gejala hingga cara pengobatannya.
Asma adalah penyakit pada saluran pernapasan dimana paru-paru (bronchial
tubes) mengalami pembangkakan dan terbatasnya kemampuan bernapas. Otot
dinding cabang tenggorokan mengetat, dan saluran pernapasan anda
menghasilkan kelebihan lendir yang menyumbat jalan napas anda. Tanda dan
gejala asma berbeda mulai dari napas yang berat sampai kepada serangan
asma yang membahayakan nyawa.
Penyakit asma tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol.
Pengaturan itu termasuk menghindari pemicu asma dan melacak gejalanya
pada anda. Anda mungkin akan memerlukan kontrol medis jangka panjang
untuk mencegahnya menjadi lebih parah dan mengambil pengobatan darurat
jangka pendek untuk mengontrol gejalanya pada saat pertama kali.
Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan Anda sering tidak masuk
dalam bekerja dan sekolah, atau menurunkan produktivitas. Karena asma
dapat berubah dari waktu ke waktu, anda akan membutuhkan kerja sama
dengan dokter untuk mengontrol asma anda dan menyesuaikan perawatan yang
dibutuhkan.
A. Gejala Penyakit Asma
Asma memiliki tanda dan gejala mulai dari yang ringan sampai yang parah,
dan bervariasi pada setiap orang. Anda mungkin memiliki gejala asma
seperti napas yang berat secara rutin, dengan terkadang mengalami
serangan asma. Di antara serangan asma tersebut anda mungkin akan merasa
normal dan tidak memiliki masalah pernapasan. Atau, anda mungkin
memiliki tanda dan gejala seperti batuk dan napas berat sepanjang waktu
atau memiliki gejala primer pada malam hari, atau hanya saat
berolahraga.
Tanda dan gejala asma antara lain:
- Napas pendek
- Pengetatan pada otot dada atau rasa sakit pada dada
- Sulit tidur karena napas pendek, batuk atau napas sengau
- Suara sengau atau siulan ketika bernapas
- Batuk atau sengau yang memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu
Tanda penyakit asma kronis antara lain:
- Bertambahnya tingkat keparahan dan frekuensi dari tanda dan gejala asma
- Turunnya rata-rata maksimum aliran napas yang diukur oleh peak flow
meter, peralatan sederhana yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik
paru-paru anda bekerja
- Meningkatnya kebutuhan untuk menggunakan bronchodilator – pengobatan
yang membuka jalan napas dengan mengistirahatkan otot-otot saluran
pernapasan
Berkerja sama dengan dokter anda untuk menentukan kapan anda membutuhkan
penambahan obat atau mengambil langkah lain untuk merawat gejala asma
yang memburuk dan membuat asma anda untuk dapat dikontrol kembali. Jika
asma anda tetap memburuk, anda mungkin butuh perawatan Unit Gawat
Darurat. Dokter anda dapat membantu mengajarkan anda untuk mengenali
tanda-tanda dan gejala darurat jadi anda akan mengetahui kapan
memerlukan bantuan.
B. Cara Pengobatan Asma Tradisional
Gejala-gejala asma tidak hanya bisa diobati dengan resep dokter, namun
juga dengan pengobatan herbal secara tradisional. Berikut ini beberapa
rsep tradisional untuk mengobati gejala penyakit asma:
1. Bunga Kenanga
Bahan: 15-30 gram bunga kenanga, 2 sendok teh gula pasir, dan air 200 cc.
Cara pengobatan: Bunga kenanga direbus dalam 200cc air hingga tersisa
setengahnya. Tambahkan gula pasir dan aduk rata, kemudian disaring.
Airnya diminum sekaligus satu kali sehari.
2. Bunga Matahari
Bahan: 1 kuntum bunga matahari, gula batu secukupnya, dan 500cc air.
Cara pengobatan: Bunga matahari segar dan gula batu direbus dalam 500cc
air hingga tersisa 250cc. Kemudian disaring dan airnya diminum. Bagian
bunga matahari yang digunakan hanya bagian tengahnya saja.
Baca juga artikel mengenai penyakit asma pada anak. Dan jangan lupa jaga selalu kesehatan anda.
5.
Gejala Penyakit Batu Ginjal, Penyebab dan Pengobatan
Pada artikel ini kita akan membahas gejala penyakit batu ginjal,
penyebab, faktor risiko, jenis-jenis batu ginjal serta cara
pengobatannya. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan
keras yang terbentuk di dalam ginjal anda.
Batu ginjal terbentuk dari mineral dan asam garam. Batu ginjal dapat
disebabkan oleh berbagai hal. Pada skenario yang umum, batu ginjal
terbentuk ketika urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan
menggumpal.

Sakit batu ginjal biasanya dimulai pada sisi tubuh atau punggung, di
bawah pinggul serta bergerak ke perut bagian bawah dan pangkal paha.
Rasa nyeri berubah seiring dengan pergerakan batu ginjal pada saluran
urin.
Batu ginjal biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Pengobatan
rasa sakit dan minum banyak air merupakan bagian dari pengobatan yang
sering dibutuhkan. Bagaimanapun, pengobatan dapat membantu mencegah
terbentuknya batu ginjal pada mereka dengan peningkatan risiko.
Batu ginjal dapat ataupun tidak menyebabkan tanda dan gejala sampai batu
tersebut bergerak di dalam ureter –pipa yang menghubungkan ginjal dan
kandung kemih. Pada satu titik, tanda dan gejala yang dapat terjadi
adalah:
- Nyeri yang parah pada sisi tubuh atau punggung, di bawah pinggul
- Nyeri yang menyebar ke bagian bawah tubuh dan pangkal paha
- Nyeri pada saat buang air kecil
- Urin berwarna pink, merah atau coklat
- Mual dan muntah
- Sering buang air kecil
- Demam dan menggigil saat infeksi terjadi
Penyebab & Faktor Risiko
1. Penyebab
Batu ginjal sering tidak terdefinisikan dengan satu penyebab. Beberapa
faktor yang sering berkombinasi, membuat kondisi dimana seseorang rentan
mengalami batu ginjal.
Batu ginjal terbentuk ketika komponen urin –cairan dan berbagai mineral
dan asam- hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, urin anda
terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan
uric acid, daripada cairan. Pada saat yang sama, pada urin anda
terdapat zat yang mengkristal dan menggumpal sehingga terbentuk batu
ginjal. Hal ini membuat kondisi dimana batu ginjal lebih mungkin
terbentuk.
2. Faktor risiko
Faktor risiko yang dapat meningkatkan batu ginjal terjadi antara lain:
- Memiliki seseorang dalam keluarga dengan kasus batu ginjal
- Mereka yang berusia 40 tahun keatas, meskipun batu ginjal dapat terjadi pada usia berapapun
- Laki-laki lebih cenderung mengalami batu ginjal
- Dehidrasi
- Makanan tertentu yang tinggi protein, tinggi sodium dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal
- Obesitas
- Memiliki penyakit atau operasi pada saluran pencernaan
- Kondisi medis lain, antara lain renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism dan infeksi saluran urin tertentu
Jenis-jenis batu ginjal dan cara pencegahan
Jenis-Jenis Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal memiliki beberapa jenis berdasarkan sumber pembentuknya.
1. Batu kalsium
Banyak batu ginjal adalah batu kalsium yang biasanya berbentuk kalsium
oxalate. Kadar oxalate yang tinggi dapat ditemukan pada beberapa buah
dan sayuran, kacang dan coklat. Hati anda juga menghasilkan oxalate.
Makanan, vitamin D dosis tinggi, operasi saluran pencernaan dan beberapa
kelainan metabolisme dapat meningkatkan konsentrasi kalsium atau
oxalate pada urin. Batu kalsium juga dapat terjadi dalam bentuk kalsium
fosfat.
2. Batu struvite
Batu struvite terbentuk sebagai respon terhadap infeksi, seperti infeksi
saluran urin. Batu struvite dapat berkembang dengan cepat dan menjadi
cukup besar.
3. Batu uric acid
Ini terbentuk pada mereka yang mengalami dehidrasi, mereka yang makan
makanan tinggi protein dan mereka yang memiliki encok. Faktor genetik
tertentu dan kelainan pada jaringan penghasil darah juga dapat membuat
anda cenderung mengalami batu uric acid.
4. Batu cystine
Batu ginjal jenis ini memiliki kasus yang sedikit. Batu ini terbentuk
pada mereka yang memiliki kelainan secara turun temurun yang menyebabkan
ginjal menghasilkan asam amino (cystinuria) tertentu dalam jumlah
banyak.
5. Batu lainnya
Kasus batu ginjal langka lainnya juga dapat terjadi.
Mengetahui jenis batu ginjal yang anda alami dapat membantu anda
mengerti apa yang menyebabkan batu ginjal terbentuk dan dapat memberikan
petunjuk apa yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami
batu ginjal.
Pencegahan Penyakit Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal bisa dicegah dengan membiasakan diri mempraktekan
pola hidup sehat. Lebih jelasnya seperti poin-poin di bawah ini:
- Perubahan gaya hidup:
- Minum cukup air setiap hari
- Makan lebih sedikit makanan kaya oxalate, seperti bayam, ubi, teh, cokelat dan produk kedelai
- Memilih makanan yang rendah garam dan protein hewani
- Makan makanan kaya kalsium, akan tetapi membatasi penggunaan suplemen kalsium
Oke, itu dia informasi yang bisa saya berikan mengenai gejala penyakit
batu ginjal, penyebab dan cara pencegahannya. Di artikel selanjutnya
saya akan membahas tentang cara mengobati batu ginjal. Baca juga artikel
sebelumnya tentang
gejala gagal ginjal akut dan
gejala gagal ginjal kronis.
6.
Gejala Lupus dan Penyebab Penyakit Lupus
Mengenal gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Apa itu lupus?
Penyakit lupus
adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh
menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh
lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain
sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.
Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya.
Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus
erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus.
Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan
paling serius.
Diagnosis dan perawatan terhadap lupus dapat memberikan perbaikan. Bagi
banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup
lebih aktif.
Ciri dan Gejala Penyakit Lupus
Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi
dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat
ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak
dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda
dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau
bahkan hilang untuk satu waktu.
Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh
bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan
gejala lupus antara lain:
- Lelah
- Demam
- Hilang berat badan atau berat badan meningkat
- Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
- Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
- Radang pada mulut
- Rambut rontok
- Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
- Napas pendek
- Nyeri pada dada
- Mata kering
- Mudah memar
- Gelisah
- Depresi
- Hilang ingatan
Penyebab Penyakit Lupus
Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat
asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut
juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan
peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi,
kulit,
ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.
Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti
merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka
dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka
terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti
obat atau virus.
Jenis-Jenis Penyakit Lupus
- Systemic lupus erythematosus
Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem
di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru,
ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus,
lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
- Discoid lupus erythematosus
Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid
mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka
dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus,
meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami
bentuk lupus yang lebih serius.
- Drug-induced lupus erythematosus
Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua
orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini
berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya
hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus
jenis ini terjadi.
- Neonatal lupus
Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru
lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap
penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang
ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut.
Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam
kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik
jantung (congenital heart block).
Faktor risiko penyakit lupus
Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada
banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang
meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:
- Jenis kelamin
Lupus lebih umum pada wanita.
- Usia
Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan
orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang
berusia antara 15 sampai 40 tahun.
- Ras
Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
- Sinar matahari
Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
- Obat tertentu
Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan
drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu
lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine;
obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis
isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka
waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
- Terinfeksi virus Epstein-Barr
Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun
anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus
tersebut aktif kembali.
- Terkena zat kimia
Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan
terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok
juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.
Nah, itulah saudara-saudara sekalian penjelasan mengenai gejala lupus
dan penyebab penyakit lupus. Semoga bisa bermanfaat buat anda,
setidaknya menambah pengetahuan.
7.
Gejala dan Penyebab Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Mengenal lebih jauh mengenai
gejala hipertensi dan
penyebab hipertensi.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi umum di mana cairan
darah dalam tubuh menekan dinding arteri dengan cukup kuat hingga
akhirnya menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.
Tekanan darah ditentukan dengan jumlah darah yang dipompa jantung dan
jumlah resistensi terhadap aliran darah pada arteri Anda. Semakin banyak
darah dipompa jantung Anda dan arteri Anda menyempit, tekanan darah
akan meningkat.
Anda bisa mendapat tekanan darah tinggi (hipertensi) selama beberapa
tahun tanpa mengalami gejala. Tekanan darah yang tidak dikontrol
meningkatkan risiko mendapat masalah kesehatan yang serius, termasuk
serangan jantung dan stroke.
Tekanan darah tinggi biasanya akan berkembang selama beberapa tahun, dan
pada akhirnya memengaruhi kesehatan. Beruntung, tekanan darah tinggi
dapat dengan mudah terdeteksi. Dan sekali Anda mengetahui Anda mempunyai
tekanan darah tinggi, Anda dapat mengusahakan dengan dokter Anda untuk
mengendalikannya.
Gejala Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda atau
mengalami gejala, meskipun tekanan darah mencapai level tinggi yang
membahayakan kesehatan.
Meskipun beberapa orang dengan hipertensi tahap awal mungkin mengalami
“dull headaches”, pusing atau beberapa lagi mimisan, tanda dan gejala
ini biasanya tidak muncul sampai hipertensi mencapai tahap yang berat
bahkan tingkat yang mengancam nyawa.
Secara umum orang dengan hipertensi terlihat sejat dan sebagian besar
tidak menimbulkan gejala. Tapi ada pula gejala awal yang mungkin timbul
dari hipertensi yaitu:
- Sakit kepala
- Perdarahan dari hidung
- Pusing
- Wajah kemerahan
- Kelelahan
Penyebab Hipertensi dan Faktor Risiko
Untuk mengetahui penyebab tekanan darah tinggi, akan lebih mudah jika kita membaginya menjadi dua.
Hipertensi primer (esensial)
Untuk kebanyakan orang dewasa, tidak terdapat identifikasi penyebab dari
tekanan darah tinggi. Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut hipertensi
“essential” atau hipertensi primer, cenderung berkembang secara
bertahap selama bertahun-tahun.
Hipertensi sekunder
Beberapa orang mengalami hipertensi karena kondisi/gangguan yang
merupakan penyebab utama (underlying conditon). Tipe tekanan darah
tinggi ini, disebut tekanan darah tinggi sekunder, cenderung muncul
tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada
hipertensi primer. Berbagai kondisi dan pengobatan dapat menyebabkan
hipertensi sekunder, termasuk di antaranya :
Masalah ginjal
- Tumor “adrenal gland”
- Pengobatan tertentu, seperti pil KB, obat-obat pilek, dekongestan, pereda nyeri dan beberapa resep obat.
- Kelainan tertentu pada pembuluh darah yang didapat sejak dilahirkan (congenital)
- Obat-obatan illegal, seperti kokain dan “amphetamines”
Faktor resiko
Tekanan darah tinggi memeliki berepa faktor risiko, antara lain:
- Usia. Resiko tekanan darah tinggi meningkat.
- Ras. Tekanan darah tinggi
- Latar belakang keluarga
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Tidak aktif secara fisik. Denyut jantung orang-orang yang tidak
aktif cenderung lebih tinggi. Sehingga semakin keras jantung Anda harus
bekerja dengan setiap kontraksi dan semakin kuat gaya pada arteri Anda.
Kekurangan aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat
badan.
- Merokok
- Terlalu banyak garam (sodium) pada diet Anda. Terlalu banyak sodium
pada diet Anda dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan yang
meningkatkan tekanan darah.
- Terlalu sedikit potasium pada diet Anda. Pottasium membantu
menyeimbangkan jumlah dari sodium di sel Anda. Jika Anda tidak mendapat
potasium yang cukup pada diet Anda atau menahan potasium, Anda bias
menumpuk terlalu banyak sodium di dalam darah.
- Terlalu sedikit vitamin D di dalam darah Anda. Tidak pasti apakah
memiliki terlalu sedikit vitamin D dalam diet Anda dapat menyebabkan
tekanan darah tinggi. Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi
oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah Anda.
- Terlalu banyak minum alkohol
- Stres
- Kondisi kronik tertentu. Seperti, kolestrol tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan “sleep apnea”.
- Terkadang kehamilan juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.
Walaupun tekanan darah tinggi paling umum terjadi pada orang dewasa,
anak-anak juga memiliki risiko memiliki tekanan darah tinggi. Untuk
beberapa anak, tekanan darah tinggi disebabkkan oleh masalah pada
jantung dan hati. Tetapi bagi sebagian anak-anak, kebiasaan gaya hidup
hidup yang buruk (seperti diet yang tidak sehat dan kurangnya olahraga)
berkontibusi terhadap tekanan darah tinggi.
8.
Gejala Kanker Mulut, Penyebab dan Faktor Resiko
Apa itu kanker mulut? Kanker mulut adalah kanker yang terdapat
pada semua bangian mulut. Kanker mulut dapat terjadi di bibir, gusi,
lidah, dinding mulut, dan langit-langit mulut atau dasar mulut.
Kanker mulut adalah satu dari beberapa tipe kelompok kanker kategori
kanker kepala dan leher. Kanker mulut, kanker kepala dan leher lainnya
sering memiliki prosedur pengobatan yang sama.
Untuk lebih jelas lagi mengenai kanker mulut, silahkan simak penjelasan berikut ini:
Gejala Penyakit Kanker Mulut
Tanda dan gejala kanker mulut antara lain :
- Bisul di sekitar mulut yang tidak dapat disembuhkan
- Gumpalan atau penebalan kulit mulut
- Noda putih atau kemerahan di dalam mulut
- Gigi tanggal
- Susunan gigi yang tidak rata
- Nyeri pada lidah
- Nyeri atau kaku pada rahang
- Nyeri atau sulit untuk mengunyah
- Nyeri atau sulit untuk menelan
- Sakit tenggorokan
- Perasaan seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Penyakit Kanker Mulut
Kanker mulut terjadi ketika sel DNA di bibir atau mulut mengalami
mutasi. Mutasi ini membuat sel tetap tumbuh dan berkembang, sementara
sel normal lain memiliki siklus hidup dan mati. Akumulasi sel kanker
mulut ini dapat membentuk tumor. Dapat menyebar ke daerah lain di kepala
dan leher serta juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
Kanker mulut paling banyak berawal dari sel tipis yang melapisi bibir
dan bagian dalam mulut (squamous cells). Tidak jelas apa yang
menyebabkan sel ini bermutasi. Tapi dokter telah mengidentifikasi faktor
yang meningkatkan risiko kanker mulut.
Faktor risiko terkena Kanker Mulut
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker mulut antara lain :
- Mengkonsumsi tembakau baik itu dengan merokok atau mengunyah tembakau
- Mengkonsumsi alkohol
- Terlalu banyak terkena sinar matahari pada bibir
- Virus seksual menular yang disebut virus HPV
- Pernah mengalami kanker sebelumnya
- Pengobatan radiasi pada area kepala dan leher
Pencegahan Penyakit Kanker Mulut
Tidak ada cara untuk mencegah kanker. Tetapi anda dapat mengambil tindakan untuk mengurangi risiko kanker mulut dengan :
- Berhenti mengkonsumsi tembakau
- Tidak mengkonsumsi alkohol
- Makan makanan kaya buah dan sayuran
- Hindari terlalu banyak terkena sinar matahari
- Memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur
Kanker mulut memang bukan penyakit populer, namun kita tetap harus
waspada dengan selalu menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat.
Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?
9.
Gejala Kanker Serviks, Penyebab dan Faktor Resiko
Gejala kanker serviks, penyebab, faktor resiko dan cara pencegahan. Apa itu kanker serviks alias
Cervical Cancer?
Kanker serviks
adalah satu dari banyak kanker yang terjadi pada organ reproduksi
wanita. Human papillomavirus (HPV) memainkan peran akan timbulnya banyak
kasus kanker serviks. Wanita pengidap kanker mulut rahim ini akan
mempunyai beberapa gangguan, diantaranya rasa nyeri dan pendarahan saat
berhubungan intim.
Ketika terkena HPV, sistem imun tubuh biasanya mencegah virus tersebut
berkembang di dalam tubuh. Pada kasus kanker serviks, virus HPV bertahan
hidup di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah beberapa sel
pada permukaan leher rahim menjadi sel kanker. Kanker serviks biasanya
terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun.
Gejala Kanker Serviks
Anda mungkin sama sekali tidak mengalami gejala kanker serviks – pada
tahap awal kanker serviks biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala.
Inilah mengapa pemeriksaan menjadi penting.
Tanda dan gejala kanker serviks pada tahap lanjut antara lain:
- Pendarahan pada vagina ketika berhubungan, saat tidak dalam periode datang bulan atau setelah menopause.
- Basah atau keluar darah pada vagina yang kental dan berbau.
- Sakit pada pinggul atau nyeri ketika berhubungan.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Kanker Serviks
Secara umum kanker terjadi karena mutasi sel normal menjadi sel yang
tidak normal. Sel yang normal akan tumbuh dan melipatgandakan secara
teratur. Akan tetapi sel kanker tumbuh dan melipatgandakan diri secara
tidak terkontrol dan sel tersebut tidak mati. Akumulasi dari sel
tersebut akan menjadi besar dan disebut dengan tumor. Sel kanker
menyerang jaringan tubuh terdekat dan dapat memecah dari sumbernya untuk
menyebar ke manapun di bagian tubuh.
Ada dua tipe umum kanker serviks
- Squamous cell carcinomas terdapat pada bagian bawah serviks. Tipe ini menjadi penyebab sekitar 80 sampai 90 persen kanker serviks.
- Adenocarcinomas terjadi pada bagian atas serviks. Tipe ini menjadi penyebab 10 sampai 20 persen kanker serviks.
Apa yang menjadi penyebab sel squamos atau sel glandular menjadi tidak
normal dan berkembang menjadi kanker tidak jelas. Tetapi virus HPV
memainkan peran dalam hal ini. Bukti menunjukkan bahwa virus HPV
ditemukan pada semua kasus kanker serviks. Tetapi di sisi lain banyak
pula wanita yang memiliki virus HPV tidak pernah mengalami kanker
serviks. Ini berarti ada kemungkinan faktor lain juga memainkan peran,
seperti genetik, lingkungan atau gaya hidup.
Faktor Risiko Kanker Serviks
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks antara lain:
- Berhubungan seksual dengan banyak pasangan
- Melakukan hubungan seksual saat usia dini
- Penyakit seksual menular lain
- Sistem imun tubuh yang lemah
- Merokok
Pencegahan Kanker Serviks
Anda dapat mengurangi risiko kanker serviks dengan mengambil tindakan
pencegahan infeksi virus HPV. Gunakanlah kondom ketika berhubungan
seksual karena hal tersebut dapat mengurangi risiko terinfeksi virus
HPV.
Sebagai tambahan adalah dengan :
- Menunda hubungan seksual sampai usia matang
- Setia pada pasangan
- Hindari merokok
- Gunakan vaksinasi pencegah HPV
- Ikuti prosedur pemeriksaan serviks (pap smear test)
Kanker serviks bisa menyerang wanita mana saja, terutama mereka yang
kurang menjaga kesehatan reproduksinya. Jadi jagalah selalu kesehatan
anda dengan pola hidup sehat. Semoga bermanfaat.
10.
Gejala dan Penyebab Penyakit Mata Katarak
Mengenal penyakit katarak mulai dari gejala, penyebab, faktor resiko,
hingga cara pencegahan. Apa itu katarak? Katarak adalah kondisi lensa
mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat
pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata
dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa
nyeri.

Banyak
kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu
pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa
mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya
cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.
Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi
merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi
pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan. Selain itu,
pemerintah kita sekarang sudah menyediakan operasi mata katarak secara
gratis.
Gejala Katarak
Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa
sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian
kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan
mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda
putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke
mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami
distorsi.
Tanda dan gejala katarak antara lain:
- Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
- Sulit melihat pada malam hari
- Sensitif pada cahaya
- Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
- Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
- Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
- Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
- Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata
Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi
parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit
kepala.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Munculnya Penyakit Mata Katarak
Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan
ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein.
Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan
struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan
menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.
Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :
A. Nuclear
Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada
fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan
penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan
mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi
daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap
yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi
biru atau ungu.
B. Cortical
Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata.
Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke
bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang
dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.
C. Subcapsular
Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa.
Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan
cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca,
mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau
atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.
Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan
lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang
tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar
ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.
Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami
perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya
saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena
German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat
menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.
Faktor Risiko Terkena Mata Katarak
Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :
- Usia
- Diabetes
- Sejarah keluarga dengan katarak
- Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
- Pernah mengalami operasi mata
- Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
- Terkena sinar matahari secara berlebihan
- Terkena radiasi ion
- Merokok
Pencegahan Penyakit Katarak
Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :
- Jangan merokok
- Makan makanan dengan gizi seimbang
- Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
- Menjaga kesehatan tubuh secara umum
Penderita mata katarak memang didominasi oleh usia lanjut. Namun dengan
menjaga kesehatan secara umum, penyakit katarak ini bisa dihindari.
link : http://gejalapenyakitmu.blogspot.com